Sebelum Messi, Raksasa Sepak Bola Argentina Adalah Maradona

Colintonschoolofmotoring.com – Jauh sebelum kehadiran pemain legendaris Argentina seperti Lionel Messi, Maradona adalah raja sepak bola negara itu

Mungkin saja generasi yang lahir pada tahun-tahun terakhir dan menikmati banyak pertandingan sepak bola dunia menganggap Lionel Messi atau Chritiano Ronaldo adalah raksasa sepak bola sepanjang masa. Memang karir dan prestasi dua pemain terbaik dunia itu sangat mentereng dan signifikan. Mereka tidak hanya sangat piawai mengolah bola di lapangan hijau, namun keduanya juga adalah sosok inpsiratif yang memberi pengaruh positif pada lingkungan dimana mereka berada.

Maradona

Namun  tahukah generasi muda saat ini jika sebelum kehadiran Lionel Messi, nama Maradona adalah raja sepak bola dari Argentina. Maradona juga menjadi seorang pesepakbola yang sangat berprestasi, menjadi bintang besar yang dielu-elukan oleh penggemar sepak bola dari seluruh dunia. Dengan keterampilan yang dimilikinya, Maradona kerapkali menjadi kuncil LIVESKOR kemenangan untuk tim yang ia bela.

Nama lengkap Maradona adalah Diego Armando Maradona, ia lahir di Buenos Aires, Argentina, pada tahun 1960. Klub pertamanya dalam dunia sepak bola adalah Argentinos Juniors ketika seorang pencari bakat melihat talenta yang luar biasa dari seorang anak berusia 10 tahun.  Tahun 1981, dari klub Argentinos Juniors Maradona diboyong ke Boca Juniors dengan nilai transfer sebesar satu juta poundsterling.

Maradona dan Barcelona

Maradona dan Barcelona

Seperti halnya Lionel Messi yang menjadi punggawa utama Barcelona, Diego Maradona sang legenda pun sama. Maradona pertamakali masuk sebagai pemain Barcelona Football Club pada tahun 1982, tepat setelah Piala Dunia FIFA tahun itu digelar. Barcelona membawa Maradona dengan LIVE SKOR nilai transfer yang mengagetkan dunia, sebesar lima juta pounsterling yang merupakan nilai tertinggi transfer pemain bola pada saat itu.

Meskipun mengalami cukup banyak kendala selama berkarir di Barcelona, namun Maradona saat itu tampil dengan sangat baik dan berhasil membawa El Barca tampil sebagai juara Copa del Rey serta juara juga pada Piala Super Spanyol.

Hanya dua tahun Maradona bertahan di Barcelona sebelum ia kemudian ditransfer lagi ke klub serie A Italia, Napoli, pada tahun 1984 dengan LIVESKOR nilai transfer yang juga luar bias besar.

Maradona meraih puncak karirnya saat membela Napoli di Serie A Liga Italia. Namun disisi lain, pada masa ini juga ia terjebak dalam dunai hitam yang berbahaya.

Maradona dan puncak kariernya

Napoli dapat dikatakan adalah puncak karir dari seorang Maradona. Ia membawa Napoli menjadi juara Liga Serie Italia pada tahun 1986/1987 dan 1989/1990. Sementara pada tahun 1988/1989 Maradona juga berkontribusi membawa Napoli tampil sebagai juara Piala UEFA. Pada saat di Napoli juga ini juga Maradona tampil sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Serie A Italia dengan jumlah LIVE SKOR sebanyak 15 gol.

Selain itu Maradona juga beberapa kali membela tim nasional Argentina dalam ajang Piala Dunia. Ia bahkan mengantarkan Argentina menjadi juara dunia FIFA pada tahun 1986 saat mengalahkan Inggris di partai Final.

Meskipun demikian, Maradona juga tak lepas dari jebak dunia hitam yang membuat ia kecanduan obat-obatan terlarang dan seringkali tidak ikut latihan. Ini juga dapat menjadi pelajaran untuk kita supaya tidak terjebak pada aktivitas buruk yang dapat merusak masa depan. Termasuk juga aktivitas buruk yang dimaksud adalah seperti yang Maradona lakukan, obat-obatan terlarang dan perjudian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *